Pustaka Sahawn
Selamat datang di Pustaka Sahawn! Di sini kalian bisa menikmati koleksi cerita original dari berbagai genre—mulai dari romance, drama, hingga kisah fiksi dengan chemistry dewasa yang intens. Semua karya dikurasi khusus untuk memberikan pengalaman membaca yang nyaman, fokus, dan sepenuhnya bebas dari gangguan iklan yang menutupi layar.
Chapter baru diperbarui secara berkala. Seluruh konten bisa diakses gratis langsung dari browser kalian. Nikmati cerita favorit kapan saja, di mana saja, tanpa perlu download aplikasi tambahan.
Klik Katalog buat koleksi judul lengkap, scroll ke bawah buat cek update terbaru.
local_mall Dukung Penulis & Dapatkan Karya EksklusifUpdate Terbaru
Bab 4: VIP Pass Nonton Achilles Ngambek
Kalau ada yang bertanya apa hiburan paling menarik di perkemahan militer Yunani kuno saat tidak ada jadwal saling tusuk dengan pasukan Troya, jawabanku cuma satu. Menonton orang dewasa bertengkar. Serius, kalian pikir drama remaja di lorong sekolah itu berlebihan? Kalian belum pernah melihat jenderal jenderal berotot baja yang sedang memperebutkan harga diri. Harga diri di sini biasanya diterjemahkan menjadi pampasan perang, emas, atau tawanan. Sudah hampir dua minggu aku terjebak di neraka berpasir ini. Luka memar di tulang rusukku mulai berubah warna dari ungu mengerikan menjadi kuning kehijauan yang tidak kalah jeleknya. Aku mulai terbiasa dengan jadwal bangun pagi yang brutal, makanan yang rasanya seperti kardus basah, dan tentu saja, rutinitas mandi komunal yang kini terasa sedikit, hanya sedikit, kurang memalukan karena Lykos selalu memastikan tidak ada yang berani menggangguku. Sore ini matahari tidak terlalu menyengat. Angin laut berhembus cukup sejuk membawa aroma ikan bakar d...
Bab 3: Culture Shock di Pemandian
Jika ada satu hal yang luput dibahas secara mendetail oleh guru sejarah mana pun di sekolah menengah, itu adalah standar kebersihan personal para prajurit zaman perunggu. Setelah insiden nyaris mati tertusuk tombak kayu oleh pria berleher beton bernama Galen, tubuhku secara resmi menyatakan mogok kerja. Otot lenganku bergetar setiap kali aku menarik napas, kakiku terasa seperti terbuat dari jeli basi, dan tulang rusukku yang kemarin dihantam sepeda motor kini berdenyut dengan ritme yang sangat menyiksa. Aku tertatih tatih mengikuti langkah Lykos meninggalkan lapangan berdebu itu, merasa seperti seonggok daging cincang yang baru saja selamat dari mesin penggiling. Matahari sudah naik cukup tinggi, memanggang pesisir Troya dengan panas yang tidak masuk akal. Keringat membanjiri sekujur tubuhku, bercampur dengan pasir dan debu, menciptakan lapisan lumpur tipis di atas kulitku. Rasanya sangat gatal dan lengket. Aku butuh mandi. Aku butuh air hangat, sabun antiseptik, sampo aroma peppermint...
Bab 2: Lari Pagi Ala Sparta
Jika kalian berpikir bangun tidur dengan leher salah bantal adalah penderitaan terbesar di pagi hari, kalian jelas belum pernah dibangunkan oleh suara terompet cangkang kerang raksasa yang ditiup tepat di telinga kalian. Aku membuka mata dengan paksa. Hal pertama yang kurasakan adalah dingin. Suhu pesisir Laut Aegea di pagi buta ternyata tidak seindah lukisan liburan musim panas. Angin menusuk celah-celah tenda kulit, membuatku meringkuk secara insting. Namun, pergerakan sekecil apa pun langsung memicu alarm tanda bahaya dari tulang rusuk kananku. Rasa nyeri akibat tabrakan sepeda motor matik kemarin sore kembali menyapaku dengan penuh semangat. Lalu, bau itu datang lagi. Bau keringat kering, debu, dan apak kulit hewan. Realitas menghantamku lebih keras daripada helm bapak-bapak yang menabrakku. Aku tidak sedang berada di kamarku. Aku tidak akan mandi dengan sabun cair beraroma mint, dan aku tidak akan sarapan nasi goreng buatan ibuku. Aku masih terjebak di tahun kesembilan Perang Troy...
Bab 1: Aspal Panas dan Tenda Kulit
Dengar, kalau kalian mengira tahu rasanya tertimpa kesialan tingkat dewa, coba bandingkan dengan pengalamanku. Namaku Firas, tujuh belas tahun, dan satu-satunya hal yang kupahami di dunia ini dengan baik hanyalah mitologi Yunani. Ujian matematika? Nilai merah. Ujian praktik olahraga? Aku nyaris pingsan setelah disuruh lari keliling lapangan dua putaran oleh guru penjas. Tapi kalau kalian menyuruhku menyebutkan silsilah keluarga Zeus dari istri pertama sampai selingkuhan kesekian yang diubah menjadi hewan, aku bisa menjabarkannya tanpa perlu menarik nafas. Teman-temanku menyebutku ensiklopedia berjalan yang tidak berguna. Aku sendiri lebih suka menganggap diriku sebagai pelestari sejarah kuno yang tidak diakui dunia. Sore itu semuanya terasa sangat biasa. Sangat biasa sampai rasanya menyebalkan. Panas terik menyengat aspal kota, membuat udara di atasku seolah bergelombang. Aku sedang berjalan kaki sepulang sekolah, menyusuri trotoar yang asimetris sambil menendang kerikil liar. Telingak...
A Footnote in Troy | Novel Fiksi Mitologi
3.2 Peringatan Gion dan Mimpi Sang Paku
Kamar utama itu terasa seperti sebuah kotak kayu yang kedap udara. Cahaya dari lampu minyak kecil di sudut ruangan menciptakan bayangan yang meliuk-liuk di dinding, membuat ukiran pada pilar-pilar ranjang jati kuno itu tampak seolah-olah bernapas. Bau kayu tua, debu, dan aroma cendana yang semakin tajam memenuhi indra penciuman, menindih dada siapa pun yang berada di dalamnya. Satria melangkah masuk dengan perasaan waswas yang tak bisa ia jelaskan. Di depannya, Bram sudah berdiri di sisi ranjang, membelakanginya. Punggung Bram yang lebar dan otot bahunya yang kokoh terlihat sangat dominan di bawah cahaya remang. Tanpa berkata apa-apa, Bram melepas kaus kutangnya, memperlihatkan raga maskulin yang bersimbah peluh. Kulitnya yang sawo matang tampak mengkilap, memantulkan cahaya jingga dari lampu minyak. "Tidur, Sat. Jangan bengong terus di pintu," suara Bram terdengar dalam, bergetar di udara yang berat. Satria menelan ludah. Ia perlahan mendekati ranjang, gerakannya terasa kaku...